Kamis, 06 Januari 2011

Apa sih Lahar Hujan...??

Akhir-akhir ini kita sering mendengar istilah lahar hujan atau lahar dingin.Apalagi bagi anda yang tinggal di Jogja, Magelang dan Boyolali. Tentunya istilah itu sering kita dengar setelah kejadian erupsi merapi. Terkadang kita masih kurang memahami tentang lahar hujan, dan kadang masih ada pertanyaan "...mas....itu panas ga...??". Bukannya mau sok tahu, saya mencoba untuk berbagi dengan panjenengan semua dengan segala keterbatasan pengetahuan saya.

Lahar Hujan adalah aliran air yang bercampur dengan pasir, lumpur, batu, kayu dan lainnya.Dengan komposisi seperti itu,maka kerapatan campuran material tersebut lebih padat dibanding air jernih. Maka, aliran lahar hujan bisa menimbulkan erosi dan kerusakan luar biasa. Berawal dari meletusnya gunung berapi yang menyebabkan terjadinya penumpukan matrial (pasir, batu, kayu) di hulu sungai maka ketika terjadi hujan deras selama kurang lebih 2 jam atau lebih dari 2 jam, maka matrial yang menumpuk itu akan terbawa turun oleh air hujan menuju sungai-sungai yang berhulu di gunung tersebut. Jika kita bicara soal Merapi ada beberapa sungai yang berhulu di Gunung Merapi diantaranya K.Woro, K. Gendol, K. Opak, K. Kuning, K. Boyong, K. Bebeng, K. Krasak, K. Putih, K. Blongkeng, K. Senowo, K. Belan. Mungkin bisa kita lihat seperti dalam peta di bawah ini :

Ketika terjadi Lahar Hujan biasanya terdapat tanda-tanda :
  • Terdengar suara gemuruh ( benturana antar batu )
  • Air sungai kental (seperti adonan semen dan pasir)
  • Warna air sungai coklat pekat karena bercampur dengan pasir dan lumpur.
  • Membawa matrial seperti batu, pasir, lumpur dan kayu
  • Terdapat floating stone (batu mengapung karena air terlalu pekat)
Kekuatan dari lahar hujan ini sangatlah berbahaya. Air yang mebawa matrial padat dan berat itu akan mempunyai daya hancur dan merusak apa yg dilaluinya. "Kalo sampe masuk kerumah gimana mas..atau kena orang kulitnya nglupas nggak??" Pertanyaan itu sering muncul di kalangan masyarakat awam. Yang jelas lahar dingin itu tidaklah panas, namun dengan matrial yang dibawa ya kmungkinan besar orang bsa terseret dan tak terselamatkan. Jika lahar hujan sampai kena rumah ya bisa jadi rumah itu akan roboh. Kalopun tidak roboh maka lahar hujan akan mninggalkan endapan berupa pasir atau batuan.

Gambar diatas diambil oleh seorang teman (mas Badak Setrajana) pasca lahar hujan menerjang pemukiman bantaran code tgl 29 November 2010. Bisa kita lihat dampaknya dari foto tersebut. Atau silahkan klik link video di bawah ini :

http://www.youtube.com/watch?v=hqChmEZAsNw

Link video diatas menunjukkan lahar dingin yang didominasi oleh batuan dan pasir yang bercampur air. Tingkat kekentalannya pun sangat tinggi mungkin prosentase nya 30% air dan 70% matrial padat.

Saran saya jika ada tanda-tanda lahar hujan :

  • Menjauh dari sungai
  • Jangan berlari searah dengan bibir sungai baik kearah hulu atau hilir.
  • Jangan melintasi / menonton diatas jembatan yang dilalui lahar dingin.
  • Jangan membuat panik warga
  • Jangan mudah terpancing isu atau gosip
dan bagi anda yang tinggal di bantaran sungai berhulu di merapi perhatiakn tabel dibawah ini :


Nah dari uraian singkat diatas semoga kita bisa lebih hati-hati ketika berada di pinggiran sungai yang berhulu di Merapi.

sumber gambar dan tulisan :

http://rovicky.wordpress.com

http://www.facebook.com/album.php?aid=95796&id=1325238689

http://kabarsungai.blogspot.com


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar