Senin, 10 Januari 2011

Balckberry dan Pemblokirannya



"Duh....modiar ak....lagi anyar le tuku kok arep di blokir......"(Duh...Mati ak...baru beli kok sudah mau di blokir) celetuk seorang teman saat mendengar isu Blackberry akan di blokir di Indonesia. Pada awal tahun 2011 ini memang sangat santer isu akan di blokirnya layanan akses Blacberry di Indonesia.  Niat memblokir akses blackberry ini dikeluarkan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Tiffatul Sembiring. Jelas sangat mengundang pro kontra karena saat ini konsumen Blackberry di Indonesia sudah mencapai jutaan pengguna. Smart Phone produksi RIM (Research In Motion) ini dianggap tidak mematuhi undang - undang yang berlaku di negara ini selain itu dengan server yang dimiliki oleh RIM di Kanada dan tidak ada repeaternya di Indonesia maka dianggap semua jalur data yang terekam oleh server tidak bisa dilacak oleh pemerintah Indonesia. Maka yang paling ditekankan oleh Tifatul Sembiring adalah RIM segera memasang repeater di Indonesia. Selain itu pula RIM diminta untuk memblokir situs pornografi. Maka sebenarnya yang diblokir adalah fasilitas browsingnya saja. Untuk kontent lain masih bisa digunakan.

Sebenarnya peemblokiran Blackberry ini sudah dilakukan di beberapa negara Timur Tengah. Dua negara yang sudah melakukan pemblokiran terhadap Blackberry adalah Uni Emirat Arab dan Arab Saudi. Di Uni Emirat Arab fitur yang diblokir antara lain email, internet, dan instant messaging ke sesama pengguna handset BlackBerry. sedangkan di Arab Saudi memblokir seluruh layanan pesan instant di Blackberry. Alasan pemblokiran di 2 negara tersebut yaitu masalah keamanan nasional. Kedua negara ini kecewa dengan sistem informasi lewat posel buatan RIM ini tidak bisa terdeteksi oleh pemerintahan mereka. Memang ada yang menganalisa bahwa ini bisa digunakan untuk kegiatan terorisme namun ada pula yang berpendapat bahwa ini ketakutan dari negara tersebut karena menilai RIM sebagai antek Amerika yang bisa membocorkan informasi tentang ladang minyak mereka.

Mengenai kotroversi pemblokiran di Indonesia masih simpang siur tentang kebenaranya dan yang menjadi alasan pemblokiran jaringan Blackberry. Masyarakat awam pengguna Blackberry (saya bukan pengguna...hehehe) masih menerima isu pemblokiran itu mentah-mentah. Sehingga munculah kontroversi dikalangan masyarakat. Ada yang menyebut bahwa ini pembodohan terhadap masyrakat karena menutup akses dunia luar. Atau ada pula yang beranggapan bahwa pemerintah membuat masyarakat gagap teknologi. Ehm...ehm....sedikit lucu juga sih kalo itu terucap dari kawan-kawan yang terpelajar. Sebenarnya ada benarnya juga ketika pemerintah meminta RIM memfilter situs pornografi yang dpt diakses dengan Smat Phone Blackberry. Menurut Menkom Info bahwa semua opertor cellular di Indonesia sudah mengikuti atuan pemerintah tentang situs pornografi dan  server di Indonesia. langkah Menkom info ini didukung oleh Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia (APJII) untuk memfilter situs pornografi. Jangan salah, RIM sendiri sebagai produsen Blackberry setuju dengan penetapan pemrintah untuk segera memblokir akses situs pornografi di melalui produknya itu.

Kalo dilihat sih memang perilaku pengguna Blackberry di Indonesia ada sedikit pergeseran fungsi dari Blacberry. Pengguna Blackberry di lapisan dunia lain biasanya fokus untuk memenuhi kebutuhan kerja, namun di Indonesia yang terjadi adalah pergeseran dari fungsi kerja ke lifestyle. "Bukan untuk fungsi sebenarnya karena di Indonesia BlackBerry bukan buat working tapi sudah bergeser ke lifestye," kata Dirut Better-B, Kemal Arsjad, dalam jumpa pers di Hotel Mulia, Jakarta, Better-B adalah salah satu pengembang aplikasi BlackBerry dari Indonesia. Ia menambahkan , kebanyakan pengguna BlackBerry di Indonesia menggunakan gadgetnya untuk mengakses Facebook dan Twitter. Padahal, kegunaan dan fungsi dari BlackBerry, menurutnya, jauh lebih luas ketimbang hanya untuk mengakses situs jejaring sosial itu.


Senada dengan Kemar Arsyad, PR Manajer Hucthison CP Telecom, Arum K Prasopjo menuturkan “Hanya di Indonesia, BlackBerry digunakan oleh user non-corporate kalau di negara lain, BlackBerry digunakan untuk kepentingan corporate,” .

MarkPlus menjalankan sebuah survei terhadap beban trafik data operator penyedia layanan BlackBerry, dan menghasilkan angka 45% di antaranya dipergunakan untuk email, 45% untuk chatting dan social networking khususnya Facebook dan 10% sisanya untuk browsing.


Data diatas menunjukkan, meskipun secara prosentase antara penggunaan email dan chatting / FB adalah sama, tetapi jika dilihat dari kuantitas beban chatting yang ringan, maka itu menunjukkan bahwa penggunaan terbesar dan paling sering pengguna BB di Indonesia adalah untuk chatting dan social networking.

"Berbeda dengan di negara-negara maju. Di sana, BlackBerry kebanyakan dipakai untuk push mail. Jadi jangan percaya kalau di sini ada orang beli BlackBerry cuma untuk push mail. Yakin deh, mereka beli cuma buat chatting dan Facebook," tandas Alex, Chief Brand Consultant MarkPlus.

Nah..looo......Bagi para pengguna Blackberry yang ga hobi ngakses situs sepep (bhs Jogja BF / Porno) ga perlu kebakaran jenggot dan nriakin pemerintah. Coz apa yang dilakukan pemerintah saat ini adalah wujud dari fungsinya seperti yang disampaikan Tifatul Sembiring “Saya hanya menjalankan undang-undang, kok disebut pembodohan. Aya-aya wae (ada-ada saja, red.). Ganti UU-nya, saya akan jalankan dengan setia.” Selain itu jika RIM memasang server di Indonesia tarifnya akan lebih murah demikian diungkapkan Anggota Komite Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI), Heru Sutadi. Ok...kawan-kawan selamat ber "Blackberry"an dengan aman dan nyaman...... 


Sumber :

http://www.detikinet.com/read/2010/08/02/150658/1411828/317/blackberry-diblokir-di-indonesia-bukan-tidak-mungkin/

http://www.indonesiaoptimis.com/2010/12/booming-pengguna-blackberry-di.html

http://teknologi.vivanews.com/news/read/198267-ikuti-uu--pemerintah-siap-blokir-blackberry

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar